Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang, Pejabat Iran: Tertutup Bagi AS dan Sekutunya
Jum'at, 03 April 2026 - 11:01 WIB
Saat ini transit melalui jalur air tetap beroperasi, akan tetapi kapal tanker yang melewatinya tergantung pada persetujuan pihak Iran dan memerlukan negara bendera kapal untuk menjalin kontak dengan Teheran. Ditambahkan juga bahwa 'Hingga saat ini, tidak ada kapal yang dimiliki oleh musuh atau mitranya yang diberikan izin untuk lewat,' merujuk pada AS, Israel, dan sekutu mereka.
Otoritas Iran telah membentuk “jalur aman” melalui selat tersebut, kata pejabat itu. “Mengingat ketidakamanan yang disebabkan oleh agresi Amerika di berbagai bagian Teluk Persia, koridor ini tetap menjadi satu-satunya jalur yang layak untuk transportasi barang dan produk.”
Dia juga mendesak media internasional “untuk mengabaikan kampanye disinformasi oleh pihak AS-Israel dan (Presiden AS Donald]) Trump secara pribadi.”
“Regulasi dan kontrol Iran atas Selat terus berjalan dan akan bertahan,” katanya.
Trump meminta negara-negara pengimpor minyak dari kawasan Teluk untuk mengamankan sendiri Selat Hormuz yang saat ini terblokir. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran global dan langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Otoritas Iran telah membentuk “jalur aman” melalui selat tersebut, kata pejabat itu. “Mengingat ketidakamanan yang disebabkan oleh agresi Amerika di berbagai bagian Teluk Persia, koridor ini tetap menjadi satu-satunya jalur yang layak untuk transportasi barang dan produk.”
Dia juga mendesak media internasional “untuk mengabaikan kampanye disinformasi oleh pihak AS-Israel dan (Presiden AS Donald]) Trump secara pribadi.”
“Regulasi dan kontrol Iran atas Selat terus berjalan dan akan bertahan,” katanya.
AS Lepas Tangan Soal Krisis Selat Hormuz
Dalam pidatonya pada hari Kamis kemarin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan bahwa negara-negara yang bergantung pada pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sebaiknya “mengumpulkan sedikit keberanian yang tertunda... dan bertindak sendiri.”Trump meminta negara-negara pengimpor minyak dari kawasan Teluk untuk mengamankan sendiri Selat Hormuz yang saat ini terblokir. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran global dan langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Lihat Juga :