AS Lipat Gandakan Asuransi Kapal di Selat Hormuz Jadi Rp679 Triliun

Sabtu, 04 April 2026 - 17:00 WIB
Upaya memulihkan kepercayaan pengirim kapal menjadi prioritas mendesak bagi AS guna menekan laju kenaikan harga energi global. Namun, program reasuransi ini dinilai memiliki celah karena hanya mencakup perlindungan finansial dan belum memberikan jaminan pengawalan militer secara langsung terhadap armada komersial yang melintas.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa jaminan uang mungkin tidak cukup untuk menggerakkan kembali roda perdagangan di selat tersebut. Banyak pihak menilai keamanan fisik tetap menjadi variabel kunci yang tidak bisa digantikan oleh polis asuransi manapun di tengah zona konflik yang panas.

Presiden Rapidan Energy Group Bob McNally menekankan kepercayaan operator komersial hanya akan pulih sepenuhnya melalui tindakan militer. Menurutnya, tarif asuransi baru akan turun signifikan dan aktivitas pelayaran kembali normal hanya setelah kemampuan militer Iran yang mengancam jalur tersebut berhasil dinetralkan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!