1 Miliar Barel Minyak Terguncang Selat Hormuz, Dunia Terancam Resesi
Senin, 27 April 2026 - 22:38 WIB
Dampak awal terlihat pada sektor industri yang sangat bergantung pada energi, seperti petrokimia di Asia dan Timur Tengah, serta distribusi gas minyak cair (LPG) di India. Kini, tekanan mulai merambah ke sektor yang lebih luas, termasuk transportasi dan konsumsi rumah tangga.
Baca Juga: Penumpukan Kapal di Selat Hormuz Picu Defisit Minyak Global 700 Juta Barel
Maskapai penerbangan di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai memangkas ribuan jadwal penerbangan akibat lonjakan biaya bahan bakar. Sementara itu, konsumsi bahan bakar seperti bensin dan diesel juga menunjukkan pelemahan seiring harga yang terus meningkat.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak global pada bulan ini akan mencatat penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini menjadi indikasi awal dari potensi "demand destruction" atau penurunan konsumsi akibat tekanan harga dan keterbatasan pasokan.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika gangguan berlanjut, harga minyak berpotensi melonjak tajam. Dalam skenario tertentu, harga minyak mentah Brent diproyeksikan dapat menembus USD145 per barel, bahkan mencapai USD200 hingga USD250 dalam kondisi ekstrem.
Baca Juga: Penumpukan Kapal di Selat Hormuz Picu Defisit Minyak Global 700 Juta Barel
Maskapai penerbangan di Eropa dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai memangkas ribuan jadwal penerbangan akibat lonjakan biaya bahan bakar. Sementara itu, konsumsi bahan bakar seperti bensin dan diesel juga menunjukkan pelemahan seiring harga yang terus meningkat.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan permintaan minyak global pada bulan ini akan mencatat penurunan terbesar dalam lima tahun terakhir. Penurunan ini menjadi indikasi awal dari potensi "demand destruction" atau penurunan konsumsi akibat tekanan harga dan keterbatasan pasokan.
Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika gangguan berlanjut, harga minyak berpotensi melonjak tajam. Dalam skenario tertentu, harga minyak mentah Brent diproyeksikan dapat menembus USD145 per barel, bahkan mencapai USD200 hingga USD250 dalam kondisi ekstrem.
Lihat Juga :