Ekonomi RI 5,61% Tertinggi di G20, Airlangga Akui Berkat Momentum Ramadan dan Lebaran

Selasa, 05 Mei 2026 - 21:11 WIB
"Ini semakin menegaskan bahwa momentum daripada Ramadhan dan Idul Fitri serta pelepasan mobilitas itu meningkat dengan tinggi," tegasnya.



Selain konsumsi, belanja pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 21,81 persen atau sekitar Rp815 triliun. Realisasi ini ditopang berbagai program belanja kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp51 Triliun.

Dari sisi indikator makro, kondisi ekonomi dinilai tetap stabil. Inflasi April 2026 tercatat 2,42%, masih dalam kisaran target. Indeks keyakinan konsumen berada di level 122,9, sementara neraca dagang mencatat surplus Rp3,32 triliun dan telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.

Pertumbuhan kredit juga meningkat 9,49 persen secara tahunan, diikuti kenaikan dana pihak ketiga sebesar 13,55%. Baca Juga: Ini Pendorong Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 5,61% di Kuartal I-2026

Kondisi sosial juga disebutnya turut menunjukkan perbaikan. Dalam periode Februari 2025 hingga Februari 2026, jumlah tenaga kerja bertambah 1,89 juta orang menjadi 147,67 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,76% menjadi 4,68%.

Selain itu angka kemiskinan tercatat 8,25% dan rasio gini berada di level 0,363 pada September 2025.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!