Rebutan Terusan Panama, AS Ajak 6 Negara Gebukin Dominasi China

Jum'at, 08 Mei 2026 - 15:05 WIB

Titik Sengketa

Akar dari perselisihan ini adalah pembatalan kontrak oleh Mahkamah Agung Panama pada Januari lalu terhadap anak perusahaan CK Hutchison Holdings yang berbasis di Hong Kong. Perusahaan ini telah mengelola dua pelabuhan utama di pintu masuk kanal -Balboa dan Cristobal- selama hampir tiga dekade.

Kini konflik tersebut bergeser ke ranah hukum internasional, dimana MA Panama membatalkan hak kelola perusahaan China, langkah yang langsung didukung oleh AS. CK Hutchison melakukan perlawanan hukum dan meluncurkan arbitrase internasional.

Perusahaan tersebut menuntut ganti rugi sebesar USD2 miliar (sekitar Rp32 triliun) atas apa yang mereka sebut sebagai pengambilalihan yang melanggar hukum.

Peran Penting Terusan Panama

Terusan Panama bukan sekadar jalur kapal; ia adalah kompas ekonomi dunia. Jika ketegangan terus meningkat hingga mengganggu operasional atau menyebabkan sengketa hukum yang panjang, dampaknya akan terasa pada rantai pasok global.

Gangguan di kanal ini dapat menyebabkan keterlambatan barang elektronik hingga komoditas pangan. Konflik di jalur strategis biasanya memicu kenaikan biaya asuransi kapal dan biaya pengiriman. Menunjukkan bahwa Amerika Latin kini menjadi medan tempur utama pengaruh AS vs China.

Dengan arbitrase internasional yang tengah berjalan dan koalisi AS yang makin solid, masa depan kendali atas "jalan pintas dunia" ini masih tertutup kabut ketidakpastian. Apakah Panama akan tetap menjadi zona netral, atau justru terjepit di tengah ambisi dua raksasa?
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!