Stok Minyak Mentah Mulai Habis, Bos Chevron Warning Krisis Energi Mirip Tahun 1970-an
Sabtu, 09 Mei 2026 - 09:10 WIB
Data Mengerikan di Balik Krisis Energi
Angka-angka yang muncul dari krisis ini menunjukkan betapa rapuhnya keamanan energi global saat ini. Tercatat 20% pasokan dunia hilang, dimana Selat Hormuz mengawasi seperlima aliran minyak mentah global.Defisit 20 juta barel, ketika perang telah melenyapkan ekspor produk olahan dan mentah dari Timur Tengah dalam skala masif.
Stok terendah dalam 8 tahun, ketika Goldman Sachs memperingatkan bahwa kecepatan penyusutan stok global sangat mengkhawatirkan. Goldman Sachs mengatakan bahwa stok minyak global mendekati level terendah dalam delapan tahun.
Harga minyak dunia terus meroket, saat Brent bertengger di posisi USD113,76, per barel sementara WTI menyentuh angka USD104,83.
Apa Arti Warning Wirth bagi Ekonomi dan Pasar
Jika sebelumnya masalah kita adalah harga BBM mahal, kini masalahnya berubah menjadi BBM tidak tersedia. Bagi investor dan masyarakat umum, ini adalah sinyal kehancuran permintaan (demand destruction).Ketika minyak tidak tersedia, sektor transportasi, pertanian, hingga manufaktur akan melambat secara paksa. Inflasi akan kembali membara, dan bank sentral akan menghadapi pilihan mustahil antara mengendalikan harga atau mencegah resesi hebat.
Harapan kini tertumpu pada operasi militer Angkatan Laut AS yang diluncurkan 4 Mei kemarin untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, seperti yang diperingatkan Wirth, ketika semua tabungan cadangan sudah habis, proses pemulihan tidak akan secepat membalikkan telapak tangan.
Poin lebih luas dari peringatan Wirth adalah tentang perbandingan, tahun 1970-an bukan hanya soal Selat itu sendiri. Ini tentang apa yang terjadi pada rantai pasokan global yang kompleks ketika gangguan sebesar ini berlangsung cukup lama untuk menguras setiap penyangga yang menjaga pasar fisik tetap berjalan. Proses itu, katanya, telah dimulai.
(akr)
Lihat Juga :