Rupiah Membaik Diterpa Angin Suku Bunga, Hari Ini Sentuh Rp17.653 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:58 WIB
Dalam pernyataannya pada hari Selasa, Trump juga mengatakan para pemimpin Iran memohon kesepakatan dan memperingatkan serangan AS baru akan terjadi dalam beberapa hari mendatang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Baca Juga: Jaga Rupiah, BI Perketat Aturan Transaksi Valas per Juni 2026



Perang AS-Israel melawan Iran telah menyebabkan penutupan efektif Selat Hormuz, yang biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global, sehingga menciptakan gangguan pasokan minyak terbesar di dunia, menurut Badan Energi Internasional.

Pasar tetap waspada terhadap dampak inflasi dari perang Iran dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan harga minyak mentah yang lebih tinggi telah mendorong inflasi lebih tinggi di seluruh ekonomi utama, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral, khususnya Federal Reserve AS (Fed), mungkin perlu menaikkan suku bunga.

Menurut CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan hampir 50% kemungkinan bahwa, pada akhir tahun, The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya 25 basis poin. Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan kemungkinan 35 persen yang terlihat seminggu yang lalu.

Dari sentimen domestik, pasar merespon positif atas pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR RI, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8% hingga 6,5% pada 2027. Prabowo mengungkapkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tujuh tahun terakhir adalah 5 persen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!