Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839

Selasa, 02 Juni 2026 - 16:52 WIB
Lebanon pada hari Senin mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel, yang akan menjadi de-eskalasi terbatas dari konflik yang telah memperparah perang yang lebih luas dengan Iran.

Adapun Iran secara efektif telah menghentikan hampir semua pengiriman non-Iran ke dan dari Teluk sejak perang dimulai, mencekik sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair global dan mendorong harga naik 50% atau lebih.

Selain itu Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menandatangani proklamasi yang mengubah tarif impor tembaga, aluminium, dan besi, kata Gedung Putih. Proklamasi tersebut menurunkan tarif untuk beberapa peralatan pertanian dari 25% menjadi 15%.

Baca Juga: Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?



Proklamasi tersebut menetapkan tarif 15% untuk peralatan industri bergerak, seperti buldoser dan forklift, "jika diimpor dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dan berhak atas perlakuan tersebut," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan. Perubahan ini akan berlaku hingga 31 Desember 2027 untuk mendorong investasi jangka pendek yang akan membangun kembali basis industri negara," kata Gedung Putih.

Dari sentimen domestik, Badan pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 3,08% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2026.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!