Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini

Minggu, 07 Juni 2026 - 12:00 WIB
"Mungkin pertama saya lihatin teknikalnya itu terhadap indeks dolar. Indeks dolar ini kemungkinan besar dalam satu pekan ke depan itu akan ditransaksikan di support 99,00, kemudian resisten di 101,00. Artinya apa? Ada kemungkinan indeks dolar ini akan kembali menguat tajam. Ada 2 dolar penguatannya dan ini pasti akan berdampak signifikan terhadap naikkan harga minyak, kemudian melemahnya mata uang rupiah, dan melemahnya harga emas dunia dan logam mulia," ungkap dia.

Faktor utama yang menjadi motor penggerak fluktuasi indeks dolar dan harga komoditas global adalah situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian tak terkendali. Menurut Ibrahim, konfrontasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran kini tinggal menunggu waktu. Konflik ini pecah menyusul serangan AS terhadap fasilitas radar Iran di Selat Hormuz (Pulau Kesem dan Garuk), yang kemudian dibalas oleh Iran ke pangkalan udara AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Baca Juga: BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI

Di tengah situasi panas tersebut, langkah politik domestik di AS justru menambah bahan bakar. Meskipun Kongres AS yang dikuasai Partai Republik menolak anggaran perang, Presiden Donald Trump justru mencari celah berbahaya dengan berencana menyita aset-aset milik Iran.

"Artinya apa? Bahwa akal dari Trump ini begitu licik ya anggaran dari pemerintah Amerika ditolak kemudian akan menggunakan anggaran dari Iran. Cara satu-satunya berarti Amerika harus melakukan penyerangan secara besar-besaran untuk menguasai Iran. Ini yang membuat penolakan anggaran oleh Kongres sehingga tidak membuat Trump ini menghentikan perang dengan Iran," kata Ibrahim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!