Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:01 WIB
Di sisi lain, EIA justru menaikkan proyeksi produksi gas alam kering Amerika Serikat pada 2026 menjadi 111 miliar kaki kubik per hari, meningkat dari 107 miliar kaki kubik per hari pada 2025. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya produksi gas ikutan seiring tingginya harga minyak serta bertambahnya rasio produksi gas terhadap minyak di kawasan Permian Basin.

Lembaga tersebut juga menaikkan proyeksi produksi minyak mentah Amerika Serikat menjadi 13,72 juta barel per hari pada 2026, naik sekitar 0,53% dibandingkan estimasi bulan sebelumnya. Harga minyak yang masih relatif tinggi dinilai mendorong aktivitas pengeboran di berbagai wilayah produksi utama Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran

Proyeksi terbaru EIA semakin mendekati pandangan sejumlah lembaga energi internasional. Badan Energi Internasional (IEA) sebelumnya memperkirakan pasokan minyak global akan berkurang rata-rata 3,9 juta barel per hari pada 2026 akibat gangguan di Selat Hormuz. Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun depan menjadi 1,17 juta barel per hari dari sebelumnya 1,38 juta barel per hari.

Meski saat ini pasar masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, EIA memperkirakan harga minyak Brent akan turun secara bertahap menjadi rata-rata USD89 per barel pada kuartal IV 2026 dan USD79 per barel pada 2027. Penurunan tersebut didorong oleh pulihnya produksi minyak di Timur Tengah serta lemahnya pertumbuhan permintaan global.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!