Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:47 WIB
Ketegangan di balik meja perundingan ini pun masih terasa panas di lapangan. Hanya beberapa jam setelah Menlu Iran mengklaim negaranya keluar sebagai pihak yang lebih kuat dalam konflik ini, militer AS mendadak menembak jatuh beberapa drone tempur bunuh diri milik Iran yang kedapatan terbang mengancam jalur pelayaran komersial di dekat Selat Hormuz.

Penolakan Keras Israel: Damai atau Perang Berlanjut?

Masyarakat dunia kini sedang dilanda harap-harap cemas. Pengumuman damai ini menjadi angin segar yang berpotensi langsung menurunkan harga minyak mentah dunia (Brent dan WTI) yang sempat bertengger di level tertinggi akibat perang.

Jika Selat Hormuz benar-benar dibersihkan dari ranjau laut oleh negara-negara G7, ancaman krisis energi global bisa diredam. Namun batu sandungan terbesar justru datang dari sekutu utama AS sendiri.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara tegas menyatakan negaranya tidak akan ikut serta dan menolak tunduk pada kesepakatan tersebut. Netanyahu dilaporkan sempat bersitegang dengan Trump setelah Washington mendesak Israel untuk menghentikan operasi militernya melawan milisi Hizbullah di Lebanon.

Sementara pihak Iran mengklaim perjanjian ini akan memaksa militer Israel mundur dari wilayah Lebanon yang diduduki, Menteri Pertahanan Israel justru bersumpah tidak akan menarik mundur satu pun pasukannya dan tetap mempertahankan kebebasan penuh untuk menyerang target yang mengancam mereka.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!