Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB
Tak berhenti di situ, setelah Israel membalas dengan menggempur ladang minyak Iran, Teheran justru meluncurkan serangan gelombang kedua ke infrastruktur Qatar. Menteri Energi Qatar, Saad Sherida al-Kaabi, mengamuk dan mengutuk keras serangan itu sebagai hantaman terhadap keamanan energi global, seraya menyebut perbaikan kilang akan memakan waktu 3 hingga 5 tahun.

Merespons laporan miring ini, Kantor Media Internasional Qatar langsung merilis bantahan keras dan menyebut investigasi The Washington Post adalah hoaks berbahaya.

"Setiap tuduhan yang menyatakan bahwa keputusan operasional produksi energi dikoordinasikan dengan Iran demi keuntungan Iran atau untuk memengaruhi jalannya perang adalah sepenuhnya palsu," tegas juru bicara Qatar.

Mereka menuding rilis laporan ini sengaja dirancang untuk menyabotase peran Qatar sebagai mediator damai serta merusak aliansi strategis antara Qatar dan Amerika Serikat.

Meski membantah adanya negosiasi gelap, seorang pejabat internal Qatar mengakui secara jujur bahwa negaranya memang "memohon secara umum kepada Iran, agar tidak melakukan penyerangan." Ia menggambarkan konflik bersenjata di wilayah Teluk saat ini sebagai sebuah nightmare scenario (skenario mimpi buruk) bagi negaranya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!