Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:24 WIB
Oleh karena itu, barang bercukai secara filosofis harus dijual dengan harga mahal, bukan malah dipermudah aksesnya dengan alasan daya beli. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi ekonomi rumah tangga miskin yang sangat mengkhawatirkan.

Tercatat pendapatan warga miskin habis digelontorkan hanya untuk membeli rokok mencapai 10 hingga 11%. Sedangkan anggaran yang disisihkan untuk membeli lauk-pauk bergizi bagi keluarga mereka hanya 3,5%.

Dengan kondisi data yang timpang tersebut, usulan untuk menyediakan rokok murah dinilai akan semakin memperparah lingkaran setan kemiskinan dan gizi buruk di Indonesia.

Dinilai Merendahkan Derajat Rakyat Kecil

Ditekankan juga bahgwa pembaca akan merasakan benturan moral yang kuat dari isu ini. Tulus Abadi menegaskan bahwa pernyataan politisi tersebut secara tidak langsung telah menginjak-injak harga diri dan merendahkan derajat masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga: Rokok Murah Makin Marak, Ini Biang Keladinya
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!