Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Senin, 22 Juni 2026 - 07:43 WIB
AS Ogah Ikut Menyumbang
Pengungkapan ini langsung memicu ketegangan politik baru di Washington. Presiden AS, Donald Trump saat menghadiri KTT G7 di Prancis, langsung bereaksi keras dan menolak mentah-mentah jika dana ini disebut sebagai investasi pemerintahan AS."Kami tidak berinvestasi, kami tidak akan mengeluarkan uang 10 sen pun!" tegas Trump di sela-sela KTT G7.
Baca Juga: 62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Trump juga menekankan dirinya tidak meminta negara-negara Arab di Teluk untuk ikut mendanai dalam waktu dekat sampai Iran benar-benar membuktikan perubahan perilakunya. "Ini soal perilaku," cetusnya ketus.
Pernyataan Trump ini sempat membingungkan publik karena berbeda dengan klaim Wakil Presiden JD Vance sebelumnya. Dalam wawancara bersama CBS, Vance sempat menyatakan bahwa Iran akan mendapatkan akses ke dana rekonstruksi Rp5.323 triliun yang disokong oleh negara-negara Teluk jika Teheran mematuhi semua syarat, termasuk membongkar total program nuklir mereka.
Fakta di Balik Layar: Iran Gagal Minta Ganti Rugi Perang
Sementara itu sumber senior dari diplomat Iran membongkar bahwa Teheran awalnya menuntut USD400 miliar (sekitar Rp6.500 triliun) sebagai uang ganti rugi kerusakan perang dari Amerika Serikat akibat serangan udara gabungan ke wilayah mereka. Namun, Washington menolak keras tuntutan tersebut.Sebagai jalan tengah, muncul ide wadah investasi swasta murni ini. Wadah keuangan ini sama sekali tidak menggunakan uang pajak pemerintah AS maupun dana hibah.
Lihat Juga :