Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Selasa, 23 Juni 2026 - 16:40 WIB
Melalui SE2026, BPS akan memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai keterkaitan sektor pendidikan dengan berbagai aktivitas ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, perumahan, transportasi, hingga sektor-sektor penunjang lainnya.
Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, DIY juga merupakan pusat kebudayaan yang memiliki kekayaan warisan budaya adiluhung. Pada tahun 2024, DIY mencatatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tertinggi di Indonesia dengan nilai 71,04.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Pencanangan SE2026 di Yogyakarta turut mengangkat nilai budaya lokal. Puncak acara ditandai dengan pelepasan jemparing atau busur panah tradisional, salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan SE2026 di DIY.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, DIY berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49 persen sepanjang tahun 2025, tertinggi di Pulau Jawa. Capaian tersebut menunjukkan ketangguhan dan resiliensi ekonomi daerah yang ditopang oleh berbagai sektor, termasuk pendidikan, pariwisata, budaya, perdagangan, dan UMKM.
Melalui SE2026, BPS akan menghadirkan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Lebih dari 600 Ribu Pelaku Usaha Akan Didata. Untuk mendukung pelaksanaan sensus di DIY, BPS menerjunkan sebanyak 4.082 petugas sensus yang akan mendata sekitar 606 ribu pelaku usaha.
Pencanangan SE2026 di Teras Malioboro 1 dipilih karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat UMKM, wisata belanja, dan kuliner modern yang menjadi simbol dinamika ekonomi masyarakat Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM turut dilibatkan melalui pemberian voucher belanja kepada peserta acara.
Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, DIY juga merupakan pusat kebudayaan yang memiliki kekayaan warisan budaya adiluhung. Pada tahun 2024, DIY mencatatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tertinggi di Indonesia dengan nilai 71,04.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Pencanangan SE2026 di Yogyakarta turut mengangkat nilai budaya lokal. Puncak acara ditandai dengan pelepasan jemparing atau busur panah tradisional, salah satu warisan budaya tak benda Indonesia, sebagai simbol dimulainya pelaksanaan SE2026 di DIY.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, DIY berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49 persen sepanjang tahun 2025, tertinggi di Pulau Jawa. Capaian tersebut menunjukkan ketangguhan dan resiliensi ekonomi daerah yang ditopang oleh berbagai sektor, termasuk pendidikan, pariwisata, budaya, perdagangan, dan UMKM.
Melalui SE2026, BPS akan menghadirkan data ekonomi yang lengkap, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran. Lebih dari 600 Ribu Pelaku Usaha Akan Didata. Untuk mendukung pelaksanaan sensus di DIY, BPS menerjunkan sebanyak 4.082 petugas sensus yang akan mendata sekitar 606 ribu pelaku usaha.
Pencanangan SE2026 di Teras Malioboro 1 dipilih karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat UMKM, wisata belanja, dan kuliner modern yang menjadi simbol dinamika ekonomi masyarakat Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM turut dilibatkan melalui pemberian voucher belanja kepada peserta acara.
Lihat Juga :