Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut praktik under invoicing, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor mencapai sekitar USD343 miliar dalam 22 tahun terakhir. Pemerintah menilai pengawasan yang lebih ketat terhadap transaksi ekspor komoditas strategis diperlukan agar potensi devisa dapat kembali masuk ke dalam negeri.

DSI ditunjuk menjadi perantara tunggal perdagangan sejumlah komoditas strategis nasional. Meski demikian, Dony menegaskan implementasi kebijakan dilakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menjaga stabilitas ekosistem usaha yang sudah berjalan.

Menurut dia, pada tahap awal sejak Juni hingga Desember 2026, fokus utama DSI diarahkan pada penguatan kepatuhan transaksi tanpa mengubah struktur kemitraan maupun kontrak bisnis yang telah disepakati sebelumnya. Pemerintah juga memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu iklim usaha dan operasional industri.

“Kita menyesuaikan dengan situasi. Tidak ada satu negara, apalagi negara kita tentu tidak ingin dengan membuat ini kemudian pendapatannya jadi turun, ekosistemnya jadi hancur,” ujar Dony.

Baca Juga: Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!