Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:15 WIB
"Investor di China tidak terlalu dipengaruhi oleh rating dari S&P, Moody's, dan lain-lain. Mereka akan melihat pemeringkat dari China seperti apa. Panda Bond diperingkat oleh lembaga pemeringkat dari China," tegas bendahara negara tersebut.
Purbaya membocorkan bahwa kalkulasi rapor pemeringkatan dari lembaga Tiongkok tersebut dijadwalkan bakal resmi diumumkan ke publik beberapa hari menjelang tanggal peluncuran komersial Panda Bond pada akhir Juli 2026.
"Nanti akan dipublikasikan beberapa hari sebelum Panda Bond dijual. Hasilnya kita sudah tahu kira-kira amat baik," ungkap Purbaya.
Sebagaimana diketahui, tenggat peluncuran perdana obligasi renminbi ini sengaja digeser dari awal Juli menjadi akhir Juli 2026 demi mengakomodasi administrasi internal sejumlah pengelola dana kuantum dan perbankan raksasa di China yang terlambat mendapat informasi.
Tingginya limpahan minat pemodal asing ini membuka peluang lebar bagi Kemenkeu untuk menggelembungkan target serapan modal. Purbaya bahkan mengisyaratkan, sisa kebutuhan pembiayaan dari sisa target penerbitan surat utang global (global bond) pemerintah yang nilainya mencapai USD3 miliar berpotensi seluruhnya akan dialihkan dan ditutup melalui instrumen Panda Bond jika permintaan pasar terus menguat.
Pemerintah juga mematangkan integrasi proyek ini dengan jalur Local Currency Transaction (LCT). Melalui skema pemotongan konversi ini, investor luar negeri akan menyetor renminbi, sementara kas Indonesia akan langsung menerima dana bersih dalam bentuk rupiah melalui jembatan bilateral antarabank sentral kedua negara guna mengamankan stabilitas nilai tukar Garuda dari tekanan volatilitas eksternal.
Purbaya membocorkan bahwa kalkulasi rapor pemeringkatan dari lembaga Tiongkok tersebut dijadwalkan bakal resmi diumumkan ke publik beberapa hari menjelang tanggal peluncuran komersial Panda Bond pada akhir Juli 2026.
"Nanti akan dipublikasikan beberapa hari sebelum Panda Bond dijual. Hasilnya kita sudah tahu kira-kira amat baik," ungkap Purbaya.
Sebagaimana diketahui, tenggat peluncuran perdana obligasi renminbi ini sengaja digeser dari awal Juli menjadi akhir Juli 2026 demi mengakomodasi administrasi internal sejumlah pengelola dana kuantum dan perbankan raksasa di China yang terlambat mendapat informasi.
Tingginya limpahan minat pemodal asing ini membuka peluang lebar bagi Kemenkeu untuk menggelembungkan target serapan modal. Purbaya bahkan mengisyaratkan, sisa kebutuhan pembiayaan dari sisa target penerbitan surat utang global (global bond) pemerintah yang nilainya mencapai USD3 miliar berpotensi seluruhnya akan dialihkan dan ditutup melalui instrumen Panda Bond jika permintaan pasar terus menguat.
Pemerintah juga mematangkan integrasi proyek ini dengan jalur Local Currency Transaction (LCT). Melalui skema pemotongan konversi ini, investor luar negeri akan menyetor renminbi, sementara kas Indonesia akan langsung menerima dana bersih dalam bentuk rupiah melalui jembatan bilateral antarabank sentral kedua negara guna mengamankan stabilitas nilai tukar Garuda dari tekanan volatilitas eksternal.
(nng)
Lihat Juga :