Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:15 WIB
"Tapi gini, dugaan saya ya, bukan S&P saja. Mereka sudah mempunyai mindset tertentu yang enggak mengakibatkan mereka melihat reality di lapangan. Saya enggak bisa ubah," ungkap Purbaya.

Kemenkeu menilai, indikator fundamental yang kokoh, rasio kepatuhan utang yang sehat, serta postur anggaran yang terjaga baik seharusnya menjadi instrumen evaluasi utama yang objektif.

"Mereka melihat apakah kita mampu bayar utang, fiskalnya seperti apa. Sudah fiskalnya bagus, dia bilang apa? Ya, tapi kan ada uncertainty di market. Ya saya juga tahu itu. Harusnya kan dilihat kondisi seperti apa. Itu yang saya agak masih kurang mengerti," sambungnya.

Baca Juga: Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan

Atas dasar hambatan persepsi itulah, pemerintah memilih beralih menggaet ekosistem pasar keuangan China yang dinilai memiliki parameter pendekatan risiko yang lebih adil dan adaptif.

Karakteristik investor di negeri tirai bambu tersebut terbukti tidak terlalu mendewakan predikat dari S&P maupun Moody's, melainkan lebih mempercayai sertifikasi peringkat dari lembaga pemeringkat lokal China sebelum mengoleksi aset Panda Bond.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!