Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU

Senin, 29 Juni 2026 - 14:51 WIB
"Atas dasar koordinasi yang baik dengan pimpinan DPR, Pak Dasco dan pemerintah, telah kita merumuskan beberapa langkah-langkah solutif untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh teman-teman industri," jelasnya.

Bahlil juga menerangkan, Pemerintah ingin memastikan keberlanjutan lapangan pekerjaan. Dalam menindaklanjuti itu, kata dia, pihaknya merumuskan kembali harga gas industri. Baca Juga: Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal

"Untuk HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu) tetap di angka USD6,5 sampai dengan USD7 per MMBTU. Dan ini adalah rapat kilat kami dengan Pertamina, dengan Pak Simon dan Pak Arif sebagai Direktur PGN. Memang ini kita, ini tidak mengenakkan semuanya tapi kita harus ikat pinggang untuk menyelamatkan lapangan pekerjaan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa untuk HGBT di USD6,5 sampai dengan USD7," ucap Bahlil.

Sementara gas industri non-HGBT yang sumurnya ada di wilayah Jawa, kata Bahlil, harganya USD9,6 per MMBTU. Ia berkata, harga LNG melambung karena ada kekurangan produksi di wilayah Jawa Barat.

"Di daerah barat yang meng-cover Jawa Barat, Banten, dan DKI, maka yang terjadi adalah mempergunakan LNG. LNG ini diambil dari wilayah Papua, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa daerah luar Jawa lainnya. Kemudian harganya naik sampai dengan harga di pasaran itu USD20 sampai dengan USD23 per MM. Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan," kata Bahlil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!