Inflasi Jakarta Terjaga pada Level 0,41%, Terendah di Pulau Jawa
Kamis, 02 Juli 2026 - 21:28 WIB
“TPID Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat pengendalian inflasi sepanjang Juni 2026 melalui implementasi strategi 4K,” lanjut Iwan.
Dari sisi keterjangkauan harga, upaya dilakukan melalui pasar murah, Program Pangan Bersubsidi, serta penyaluran bantuan pangan berupa ber as dan minyak goreng. Dari sisi ketersediaan pasokan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendorong penguatan produksi melalui pelatihan hilirisasi cabai dan bawang, pengembangan urban farming melalui kegiatan panen dan Akademi Urban Farming, serta didukung penguatan koordinasi program antara Bank Indonesia, DKPKP, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ke depan lanjut Iwan, implementasi strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) akan terus diperkuat untuk memitigasi risiko inflasi yang bersumber dari faktor global maupun domestik.
“Risiko global terutama berasal dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga energi dan nilai tukar, sementara risiko domestik berasal dari potensi El Niño yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli - Agustus 2026 sehingga dapat mengganggu produksi pangan,” tuturnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara TPID Provinsi DKI Jakarta dan seluruh pemangku kepentingan, inflasi DKI Jakarta diharapkan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1% pada tahun 2026.
Dari sisi keterjangkauan harga, upaya dilakukan melalui pasar murah, Program Pangan Bersubsidi, serta penyaluran bantuan pangan berupa ber as dan minyak goreng. Dari sisi ketersediaan pasokan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendorong penguatan produksi melalui pelatihan hilirisasi cabai dan bawang, pengembangan urban farming melalui kegiatan panen dan Akademi Urban Farming, serta didukung penguatan koordinasi program antara Bank Indonesia, DKPKP, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Ke depan lanjut Iwan, implementasi strategi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif) akan terus diperkuat untuk memitigasi risiko inflasi yang bersumber dari faktor global maupun domestik.
“Risiko global terutama berasal dari ketidakpastian geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga energi dan nilai tukar, sementara risiko domestik berasal dari potensi El Niño yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli - Agustus 2026 sehingga dapat mengganggu produksi pangan,” tuturnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara TPID Provinsi DKI Jakarta dan seluruh pemangku kepentingan, inflasi DKI Jakarta diharapkan tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5±1% pada tahun 2026.
(akr)
Lihat Juga :