Defisit APBN 2026 Diprediksi Bengkak Jadi Rp734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB
Selasa, 07 Juli 2026 - 17:24 WIB
Menurut Purbaya, kondisi tersebut menunjukkan defisit APBN masih berada dalam batas aman dan tetap terkendali. Pemerintah akan terus menjaga keseimbangan fiskal di tengah kebutuhan belanja negara yang meningkat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi pendapatan, realisasi penerimaan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan pengawasan, serta perbaikan tata kelola perpajakan, kepabeanan, dan layanan kementerian, lembaga, serta Badan Layanan Umum (BLU).
Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1% dari target APBN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun atau 59% dari target. Keduanya masing-masing tumbuh 21,4% dan 21,6% secara tahunan.
Purbaya menyoroti kinerja penerimaan pajak yang meningkat 24,6% pada Semester I-2026, berbalik dari kontraksi 7% pada periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, perbaikan tersebut menunjukkan reformasi perpajakan, organisasi, dan sumber daya manusia di lingkungan otoritas pajak mulai memberikan hasil yang positif.
Baca Juga: Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240,1 Triliun, 0,93% dari PDB
Dari sisi pendapatan, realisasi penerimaan negara hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN sebesar Rp3.153,6 triliun. Capaian tersebut tumbuh 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong peningkatan aktivitas ekonomi, penguatan pengawasan, serta perbaikan tata kelola perpajakan, kepabeanan, dan layanan kementerian, lembaga, serta Badan Layanan Umum (BLU).
Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1% dari target APBN dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun atau 59% dari target. Keduanya masing-masing tumbuh 21,4% dan 21,6% secara tahunan.
Purbaya menyoroti kinerja penerimaan pajak yang meningkat 24,6% pada Semester I-2026, berbalik dari kontraksi 7% pada periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, perbaikan tersebut menunjukkan reformasi perpajakan, organisasi, dan sumber daya manusia di lingkungan otoritas pajak mulai memberikan hasil yang positif.
Baca Juga: Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240,1 Triliun, 0,93% dari PDB
Lihat Juga :