Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
Rabu, 08 Juli 2026 - 21:18 WIB
Sebagai langkah antisipasi, BEI telah menjalin komunikasi dengan S&P DJI untuk menjelaskan berbagai reformasi yang telah dilakukan guna meningkatkan kualitas dan transparansi pasar modal Indonesia. Reformasi tersebut antara lain penerapan ketentuan free float minimum 15 persen, pengungkapan daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen, serta implementasi daftar High Shareholder Concentration (HSC).
Baca Juga: Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Irvan menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pasar modal sekaligus menjawab berbagai perhatian yang disampaikan penyedia indeks global terhadap transparansi kepemilikan saham di Indonesia.
Di tengah kekhawatiran mengenai potensi penurunan status pasar, BEI juga mengimbau investor tetap percaya terhadap integritas dan prospek pasar modal Indonesia. Menurut Irvan, tingkat keterbukaan informasi di BEI saat ini terus ditingkatkan dengan mengadopsi praktik terbaik dari sejumlah bursa internasional, termasuk di Hong Kong dan India.
"Kami pastikan informasi yang kami sampaikan akurat. Kami menjunjung tinggi integritas pasar. Semua upaya manipulasi transaksi ditindaklanjuti oleh Bursa dan OJK. Kami berharap investor tetap percaya bahwa bursa ini dikelola dengan baik," kata Irvan.
Baca Juga: Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Irvan menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola pasar modal sekaligus menjawab berbagai perhatian yang disampaikan penyedia indeks global terhadap transparansi kepemilikan saham di Indonesia.
Di tengah kekhawatiran mengenai potensi penurunan status pasar, BEI juga mengimbau investor tetap percaya terhadap integritas dan prospek pasar modal Indonesia. Menurut Irvan, tingkat keterbukaan informasi di BEI saat ini terus ditingkatkan dengan mengadopsi praktik terbaik dari sejumlah bursa internasional, termasuk di Hong Kong dan India.
"Kami pastikan informasi yang kami sampaikan akurat. Kami menjunjung tinggi integritas pasar. Semua upaya manipulasi transaksi ditindaklanjuti oleh Bursa dan OJK. Kami berharap investor tetap percaya bahwa bursa ini dikelola dengan baik," kata Irvan.
(nng)
Lihat Juga :