Pemerintah Bakal Bangun Pusat Finansial di Bali, PP Ditargetkan Rampung Agustus
Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:25 WIB
"Pusat finansial ini akan dibangun di KEK tersendiri, bukan berada di KEK Sanur," ujarnya.
Baca Juga: Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Dalam penyusunan regulasi, pemerintah menjadikan Singapura dan Dubai sebagai acuan utama karena dinilai berhasil menghimpun dana kelolaan (assets under management) dalam jumlah besar yang kemudian disalurkan ke berbagai negara sebagai investasi. Singapura saat ini mengelola dana investasi internasional sekitar 5 triliun dolar AS, sedangkan Dubai sekitar 800 miliar dolar AS.
Pemerintah berharap kehadiran PFII di Bali dapat menjadi pusat finansial regional yang mampu menarik dana investasi internasional maupun domestik untuk kemudian diinvestasikan ke berbagai sektor, termasuk proyek-proyek strategis di Indonesia. Menurut Airlangga, langkah tersebut diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam industri jasa keuangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Dalam penyusunan regulasi, pemerintah menjadikan Singapura dan Dubai sebagai acuan utama karena dinilai berhasil menghimpun dana kelolaan (assets under management) dalam jumlah besar yang kemudian disalurkan ke berbagai negara sebagai investasi. Singapura saat ini mengelola dana investasi internasional sekitar 5 triliun dolar AS, sedangkan Dubai sekitar 800 miliar dolar AS.
Pemerintah berharap kehadiran PFII di Bali dapat menjadi pusat finansial regional yang mampu menarik dana investasi internasional maupun domestik untuk kemudian diinvestasikan ke berbagai sektor, termasuk proyek-proyek strategis di Indonesia. Menurut Airlangga, langkah tersebut diharapkan memperkuat peran Indonesia dalam industri jasa keuangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
(nng)
Lihat Juga :