S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2

Senin, 13 Juli 2026 - 16:50 WIB
Salah satu kebijakan krusial yang disorot adalah rencana pemerintah untuk memangkas anggaran awal Program Makan Bergizi Gratis yang semula bernilai lebih dari Rp300 triliun, dikurangi sekitar sepertiga (33%). Penghematan ini dilakukan melalui penyesuaian parameter program, peningkatan efisiensi, serta memperketat supervisi di lapangan.

Manuver Danantara & DSI Jadi Kunci Dongkrak Pendapatan Negara

S&P juga menyoroti langkah berani pembentukan dua lembaga super-kuat baru oleh pemerintah yakni Danantara dan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Meskipun rekam jejak operasinya masih seumur jagung, lembaga pengelola investasi (sovereign wealth fund) Danantara dinilai berhasil menata ulang sektor BUMN dengan mengonsolidasikan dan memangkas lini bisnis non-inti (non-core).

Sementara itu, DSI diproyeksikan mampu mengubah peta ekspor komoditas dengan menindak tegas praktik nakal seperti manipulasi invoice (under-invoicing) dan pengalihan harga (transfer pricing). Langkah hilirisasi (downstreaming) komoditas strategis seperti nikel, bauksit, dan tembaga diprediksi bakal mendongkrak pendapatan negara dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.

S&P memproyeksikan ekonomi riil Indonesia tetap melaju kuat dan tumbuh di angka 5,1% tahun ini, serta rata-rata tumbuh 4,9% per tahun pada periode 2026 hingga 2029.

Alarm Bahaya: Tiga Kondisi yang Bisa Membuat Rating Indonesia Turun

Meski menyematkan status stabil, S&P tidak segan memberikan peringatan keras. Peringkat investasi Indonesia terancam diturunkan (downside scenario) jika terjadi kondisi berikut secara terus-menerus:

Utang pemerintah umum bersih membubung dengan kecepatan tahunan melebihi 3% dari PDB. Pembayaran bunga utang pemerintah tetap bertengger di atas 15% dari total pendapatan negara.

Pendapatan ekspor melambat secara struktural, memicu kebutuhan pendanaan eksternal bruto melonjak di atas jumlah penerimaan transaksi berjalan dan cadangan devisa yang dapat digunakan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!