TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:26 WIB
Sepanjang kuartal I tahun ini, TikTok menghapus lebih dari 86 juta akun palsu sebagai bagian dari upaya menjaga integritas platform. Perusahaan menegaskan kebijakan terhadap konten spam telah lama diterapkan dan akan terus diperkuat seiring berkembangnya pemanfaatan AI.
TikTok juga memperdalam komitmennya terhadap transparansi AI dengan bergabung sebagai anggota Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA). Sebagai pelopor penerapan Kredensial Konten C2PA di platform video, TikTok terus mengembangkan teknologi pelabelan konten AI agar kreator dapat memberikan informasi yang jelas kepada pengguna mengenai konten yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI.
Baca Juga: TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Hingga saat ini, TikTok telah memberikan label pada lebih dari 3 miliar video sebagai konten buatan AI (AI Generated Content/AIGC) melalui kombinasi teknologi Kredensial Konten, fitur pelabelan kreator, serta teknologi invisible watermarking. Perusahaan juga terus mengembangkan berbagai fitur berbasis AI, seperti Smart Split, AI Outline, dan fitur Manage Topics yang memungkinkan pengguna mengatur seberapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat.
TikTok menilai langkah-langkah tersebut tidak hanya memperkuat keamanan dan transparansi platform, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi kreator. Dengan ekosistem digital yang lebih tepercaya, perusahaan berharap kreator dapat terus menghasilkan karya autentik, sementara pengguna memperoleh pengalaman yang lebih aman dalam memanfaatkan teknologi AI.
TikTok juga memperdalam komitmennya terhadap transparansi AI dengan bergabung sebagai anggota Dewan Pembina Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA). Sebagai pelopor penerapan Kredensial Konten C2PA di platform video, TikTok terus mengembangkan teknologi pelabelan konten AI agar kreator dapat memberikan informasi yang jelas kepada pengguna mengenai konten yang dibuat atau dimodifikasi menggunakan AI.
Baca Juga: TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
Hingga saat ini, TikTok telah memberikan label pada lebih dari 3 miliar video sebagai konten buatan AI (AI Generated Content/AIGC) melalui kombinasi teknologi Kredensial Konten, fitur pelabelan kreator, serta teknologi invisible watermarking. Perusahaan juga terus mengembangkan berbagai fitur berbasis AI, seperti Smart Split, AI Outline, dan fitur Manage Topics yang memungkinkan pengguna mengatur seberapa banyak konten AI yang ingin mereka lihat.
TikTok menilai langkah-langkah tersebut tidak hanya memperkuat keamanan dan transparansi platform, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi kreator. Dengan ekosistem digital yang lebih tepercaya, perusahaan berharap kreator dapat terus menghasilkan karya autentik, sementara pengguna memperoleh pengalaman yang lebih aman dalam memanfaatkan teknologi AI.
(nng)
Lihat Juga :