Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:33 WIB
Selain memproduksi obat, Kimia Farma turut memperkuat layanan diagnostik melalui penyediaan alat uji TB LAMP dan skrining berbasis sinar-X untuk mempercepat deteksi dini kasus TB. Di sisi distribusi, perusahaan mengandalkan jaringan 44 cabang di seluruh Indonesia guna memastikan obat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan logistik TB dapat tersalurkan secara aman dan merata, termasuk ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pada layanan hilir, Kimia Farma didukung lebih dari 1.000 apotek, lebih dari 350 klinik kesehatan, serta 65 laboratorium medis yang berperan dalam mendukung kepatuhan terapi pasien, sistem rujukan klinis, hingga integrasi data pasien secara real time ke Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) Kementerian Kesehatan.

"Integrasi end-to-end value chain ini adalah kontribusi KAEF sebagai mitra strategis pemerintah untuk mewujudkan target eliminasi TB pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TB pada tahun 2050," ujar Direktur Utama Kimia Farma, Djagad.

Baca Juga: PM Modi: India Siap Pasok Obat-obatan hingga Benih Gandum ke Indonesia

Percepatan eliminasi TB sejalan dengan agenda pembangunan nasional, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia, transformasi layanan kesehatan, dan peningkatan produktivitas masyarakat. Melalui ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, Kimia Farma berharap dapat memperkuat peran industri farmasi nasional dalam mendukung target eliminasi TB pada 2030 dan Indonesia bebas TB pada 2050.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!