BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda

Jum'at, 17 Juli 2026 - 22:44 WIB
Melihat dinamika ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memantau pergerakan pasar secara real-time guna memastikan kecukupan pasokan dana di sistem keuangan.

Kebijakan pemantauan berlapis ini diperkuat agar proses pembentukan suku bunga di pasar dapat berjalan secara efisien sekaligus mengoptimalkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi makro.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi ini juga terus diperkuat agar distribusi likuiditas antar bank terjaga baik sehingga dapat mendukung proses proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter," pungkas Destry.

Purbaya Sebut Data Likuiditas Bank Tak Akurat

Pernyataan Bank Indonesia (BI) seakan menjawab pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang mempertanyakan akurasi data kondisi likuiditas perbankan. BI menegaskan likuiditas perbankan nasional tetap memadai, tercermin dari meredanya tekanan di pasar uang antarbank dan berbagai indikator likuiditas yang masih berada jauh di atas ambang batas.

Sebelumnya, Purbaya menyebut data yang digunakan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Menurutnya, sejumlah bank masih menghadapi kesulitan memperoleh likuiditas meski indikator industri menunjukkan kondisi yang baik.

“Kalau Bapak tanya LPS, OJK, BI, Keuangan, semua bilang (likuiditas) ample. Tapi itu data mereka salah semua,” kata Purbaya dalam rapat kerja Komisi XI DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Jakarta, sebagaimana dikutip pada Kamis (16/7).

Purbaya menilai tekanan likuiditas masih terlihat dari meningkatnya suku bunga deposito dan pergerakan suku bunga pasar uang antarbank (interbank) yang mencerminkan tingginya kebutuhan pendanaan di kalangan perbankan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!