AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:24 WIB
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono mengatakan pelatihan tersebut merupakan investasi penting untuk meningkatkan daya saing sawit rakyat. Ia berharap materi yang diberikan dapat disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami dan langsung diterapkan oleh para pekebun di lapangan.
Menurut Djoko, peningkatan keterampilan panen akan berdampak langsung terhadap kualitas TBS yang diterima pabrik. Ia juga mengapresiasi dukungan BPDP melalui Program SDMP yang terus memperluas akses pelatihan bagi petani sawit. Pada 2026, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan peserta pelatihan SDMP terbanyak di Kalimantan Timur, yakni mencapai 556 pekebun yang mengikuti berbagai pelatihan teknis.
Baca Juga: BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Selain peningkatan kompetensi, Pemerintah Kabupaten Paser juga terus mendorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga kini, sebanyak 13 kelembagaan pekebun di daerah tersebut telah memperoleh sertifikasi ISPO. AKPY menilai penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional, sehingga pekebun tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menghasilkan TBS berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani.
Menurut Djoko, peningkatan keterampilan panen akan berdampak langsung terhadap kualitas TBS yang diterima pabrik. Ia juga mengapresiasi dukungan BPDP melalui Program SDMP yang terus memperluas akses pelatihan bagi petani sawit. Pada 2026, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan peserta pelatihan SDMP terbanyak di Kalimantan Timur, yakni mencapai 556 pekebun yang mengikuti berbagai pelatihan teknis.
Baca Juga: BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Selain peningkatan kompetensi, Pemerintah Kabupaten Paser juga terus mendorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Hingga kini, sebanyak 13 kelembagaan pekebun di daerah tersebut telah memperoleh sertifikasi ISPO. AKPY menilai penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan industri sawit nasional, sehingga pekebun tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menghasilkan TBS berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani.
(nng)
Lihat Juga :