AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:59 WIB
Diketahui Kanada adalah pemasok utama kilang minyak AS. Lalu ada juga komoditas bahan baku pupuk, yang vital sangat dibutuhkan petani AS. Selain itu ikan, mineral kritis, hingga baja/otomotif, dimana barang-barang ini sudah dikenakan tarif keamanan nasional tersendiri.

"Ini bukan perang dagang dengan Kanada, melainkan tindakan defensif untuk merespons langkah-langkah diskriminatif mereka," tegas pejabat senior Gedung Putih.

Ketegangan Memuncak Pasca-Pertemuan di Final Piala Dunia

Pernyataan tarif ini keluar hanya sehari setelah Trump berpapasan dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada laga Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, serta setelah akhir pekan di mana Trump sempat mengancam Kanada dengan bea masuk baru terkait isu kebakaran hutan (wildfires).

Kamar Dagang Kanada (Canadian Chamber of Commerce) langsung merespons keras, namun tetap mendorong adanya jalur diplomasi (off-ramp).

"Meskipun ini adalah eskalasi yang sangat disayangkan oleh Pemerintah AS, kita sekarang memiliki waktu 30 hari. Kedua belah pihak harus menggunakan jendela waktu ini untuk membuat kemajuan berarti dalam pembicaraan formal," tegas Candace Laing, Presiden dan CEO Kamar Dagang Kanada.

Dengan tenggat 30 hari yang terus berjalan, akankah Kanada menyerah pada tekanan tarif Trump, atau justru menyiapkan aksi pembalasan jilid baru yang makin memanaskan krisis ekonomi di kawasan Amerika Utara?.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!