AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:59 WIB
Sanksi ini menandai eskalasi besar karena akan tetap berlaku meskipun barang-barang tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembebasan bea masuk di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Beberapa poin keberatan utama Washington meliputi. hambatan otomotif & alkohol.

Aturan Kanada yang membatasi ekspor mobil dan minuman beralkohol AS menjadi sorotan, lantaran kebijakan tersebut tidak berlaku pada negara lain. Lalu ada kuota keju yang ketat, dimana aturan kuota keju AS ke Kanada jauh lebih restriksi dibandingkan kuota untuk produk keju serupa yang diimpor Kanada dari Uni Eropa.

Tarif ini ditetapkan berdasarkan Pasal 338 Undang-Undang Tarif Tahun 1930 (Tarif Act of 1930). Meskipun berpotensi menghadapi gugatan hukum yang masif, pasal ini memberikan wewenang hukum bagi Presiden AS untuk mengenakan tarif hingga 50%.

Batas Waktu 30 Hari: Komoditas Vital Masih Diberi Pengampunan

Meski mengancam akan melumpuhkan banyak sektor ekspor Kanada, Washington memberikan tenggat waktu 30 hari sebelum tarif ini resmi berlaku efektif. Masa jeda ini dipandang sebagai kesempatan terakhir bagi kedua negara untuk menggelar negosiasi formal.

Baca Juga: Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!



Kabar baiknya bagi pasar global, AS tetap memberikan pengecualian (exemptions) pada sejumlah komoditas energi dan bahan baku strategis yang sangat dibutuhkan oleh industri domestik AS sendiri, di antaranya minyak bumi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!