OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:30 WIB
"Futures memberikan ruang bagi trader untuk menerapkan strategi berdasarkan analisis dan kondisi pasar, baik ketika harga bergerak naik maupun turun. Namun, peluang tersebut tetap harus diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang baik," kata Ryan.

Baca Juga: Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T

Bittime mencatat selama masa beta, profil pengguna futures cukup beragam, mulai dari trader dengan modal awal di bawah USD500 hingga pelaku dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Selain pasangan utama seperti BTC/USDT dan ETH/USDT, aktivitas perdagangan juga banyak terjadi pada aset alternatif seperti PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT, yang mencerminkan semakin beragamnya preferensi trader domestik.

Meski demikian, Ryan menegaskan kinerja masing-masing trader tidak dapat dijadikan acuan potensi keuntungan bagi pengguna lain. Perdagangan futures memiliki risiko tinggi karena penggunaan leverage dapat memperbesar peluang keuntungan sekaligus meningkatkan potensi kerugian.

Dengan jumlah investor aset kripto Indonesia yang telah melampaui 22 juta orang, pasar derivatif dinilai berpotensi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset digital nasional. Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bittime akan menggelar kegiatan pendamping dalam rangkaian Coinfest Bali 2026 pada 19 Agustus 2026 yang mempertemukan pelaku industri, trader, media, dan mitra ekosistem guna membahas perkembangan serta prospek perdagangan crypto futures di Indonesia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!