Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun

Senin, 27 Juli 2026 - 14:45 WIB
Selain meningkatkan ekspor, Iran juga menjual sebagian dari sekitar 100 juta barel minyak mentah dan kondensat gas yang sebelumnya tersimpan dalam cadangan. Kondisi tersebut menunjukkan sektor energi Iran tetap beroperasi di tengah konflik bersenjata dan pembatasan perdagangan akibat sanksi internasional.

Sebelumnya, Washington dan Teheran mencapai nota kesepahaman pada Juni 2026 untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan itu memberikan ruang bagi aktivitas pelayaran komersial dan memungkinkan ekspor minyak Iran melalui sejumlah kelonggaran (waiver) dalam perdagangan energi.

Baca Juga: Breaking News! Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Namun, AS mencabut kelonggaran tersebut pada 7 Juli 2026 setelah ketegangan kembali meningkat di kawasan Selat Hormuz. Washington menilai langkah Iran di jalur pelayaran strategis itu berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan dan perdagangan energi global.

Pemerintah Iran menegaskan sektor minyak tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional di tengah tekanan sanksi. Perkembangan di Selat Hormuz pun masih menjadi perhatian pelaku pasar internasional mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!