AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%

Senin, 27 Juli 2026 - 19:38 WIB
Analis dari Societe Generale mengkalkulasi bahwa setiap satu bulan tanpa penyelesaian konflik di kawasan Laut Merah akan menambah beban biaya setidaknya USD10 per barel pada harga minyak.

Ancaman Inflasi Global Belum Sepenuhnya Padam

Di sisi lain, eskalasi paralel di Eropa Timur turut menahan penurunan harga lebih lanjut. Ukraina dilaporkan kembali menghantam sejumlah fasilitas minyak dan kilang di wilayah Rusia menggunakan drone tempur sepanjang akhir pekan.

Analis dari Bank UOB menegaskan, bahwa selama gangguan pasokan fisik belum teratasi secara permanen, harga energi akan tetap rentan melonjak kembali dan menempatkan ekonomi global dalam bayang-bayang inflasi tinggi.

Apakah penghentian sementara serangan AS-Iran ini akan berlanjut menjadi damai permanen, atau sekadar jeda taktis sebelum lonjakan harga baru?
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!