AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%
Senin, 27 Juli 2026 - 19:38 WIB
Pasar keuangan dan energi dunia bisa bernafas lega setelah harga minyak mentah internasional merosot tajam lebih dari 5% pada perdagangan, Senin (27/7/2026). Foto/Dok
JAKARTA - Pasar keuangan dan energi dunia bisa bernafas lega setelah harga minyak mentah internasional merosot tajam lebih dari 5% pada perdagangan, Senin (27/7/2026). Anjloknya harga terjadi setelah Amerika Serikat atau AS dan Iran sepakat menghentikan sementara aksi saling serang, usai dua pekan pertempuran sengit yang melumpuhkan pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz .
Minyak acuan Brent turun drastis USD5,70 atau sekitar 5,9% ke level USD91,08 per barel, setelah sempat menyentuh level psikologis di bawah USD90. Sementara itu minyak mentah US West Texas Intermediate (WTI) merosot USD4,80 yang setara 5,4% menjadi USD84,51 per barel.
Baca Juga: Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Penurunan tajam ini menghentikan reli kenaikan harga selama tiga minggu berturut-turut, di mana Brent sempat menyenggol angka USD100 per barel akibat gangguan fatal pada jalur pasokan energi dunia.
Minyak acuan Brent turun drastis USD5,70 atau sekitar 5,9% ke level USD91,08 per barel, setelah sempat menyentuh level psikologis di bawah USD90. Sementara itu minyak mentah US West Texas Intermediate (WTI) merosot USD4,80 yang setara 5,4% menjadi USD84,51 per barel.
Baca Juga: Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Penurunan tajam ini menghentikan reli kenaikan harga selama tiga minggu berturut-turut, di mana Brent sempat menyenggol angka USD100 per barel akibat gangguan fatal pada jalur pasokan energi dunia.
Lihat Juga :