AS-Iran Mendadak Gencatan Senjata, Harga Minyak Merosot Tajam hingga 5%

Senin, 27 Juli 2026 - 19:38 WIB

Diplomasi Trump dan Jeda Serangan Militer

Sinyal deeskalasi menguat setelah Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump memutuskan untuk menunda serangan militer balasan guna memberikan ruang bagi upaya diplomasi. Kendati demikian, para pengamat pasar memperingatkan agar pelaku ekonomi tidak terburu-buru merayakan penurunan harga sesaat ini.

"Pasar tampaknya selalu berburu berita baik dari arena yang sebenarnya tidak memberikan kepastian. Penundaan serangan militer memang tampak seperti perbaikan, namun tidak ada jaminan bahwa minyak akan segera mengalir lancar dari kawasan tersebut," tegas Analis Senior dari PVM, John Evans.

Selat Hormuz Masih Lumpuh

Data pelayaran maritim dari Kpler menunjukkan bahwa kurang dari 10 kapal komoditas yang berani melintasi Selat Hormuz per hari selama akhir pekan lalu. Ketakutan para pemilik kapal tanker untuk melintas masih sangat tinggi.

Baca Juga: Ramalan Goldman Sachs soal Harga Minyak Dunia Diwarnai Skenario Buruk Tembus USD145 per Barel



Analis MST Marquee, Saul Kavonic menilai, bahwa pemulihan arus kapal tanker melintasi Selat Hormuz akan berjalan sangat lambat. Pemilik kapal membutuhkan jaminan keamanan riil sebelum berani mengirim armada mereka kembali ke zona konflik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!