Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:58 WIB
Adapun Indonesia kehilangan dua figur ekonomi yang selama ini dianggap menjadi pilar kredibilitas kebijakan dalam waktu kurang dari satu tahun. Setelah Sri Mulyani Indrawati tidak lagi menjabat Menteri Keuangan pada September lalu, pengunduran diri Perry Warjiyo dinilai semakin memperkuat kekhawatiran investor terhadap kesinambungan kebijakan ekonomi.

Sesuai mekanisme yang berlaku, Presiden Prabowo Subianto akan mengajukan calon Gubernur BI kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebelum memperoleh persetujuan. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan nama calon pengganti Perry Warjiyo.

Manajer Portofolio Grasshopper Asset Management Daniel Tan mengatakan kebijakan moneter BI menjadi kurang independen dan kurang kredibel berpotensi memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah maupun aset-aset keuangan Indonesia.

Sementara, Sekretaris Kabinet meminta pelaku pasar tetap tenang selama masa transisi kepemimpinan BI dan menegaskan pergantian tersebut tidak akan mengganggu kebijakan moneter maupun stabilitas ekonomi. Reuters juga mencatat independensi BI kembali menjadi sorotan setelah Thomas Djiwandono diangkat sebagai Deputi Gubernur BI pada Januari serta disahkannya perubahan undang-undang pada Juni yang memperkuat peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Rupiah Melemah

Pascapengumuman pengunduran diri Perry Warjiyo, rupiah melemah sekitar 0,3% menjadi Rp17.990 per dolar AS, tidak jauh dari rekor terendah Rp18.190 per dolar AS yang terjadi pada Juni. Sepanjang 2026, nilai tukar rupiah telah melemah lebih dari 7%, menjadikannya mata uang dengan kinerja terburuk di Asia meskipun BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam beberapa bulan terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!