Media Asing Soroti Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, Uji Independensi Bank Indonesia
Selasa, 28 Juli 2026 - 07:58 WIB
Reuters menilai kondisi tersebut terjadi setelah pasar sempat memperoleh sentimen positif dari keputusan S&P Global Ratings pada awal Juli yang mempertahankan peringkat utang Indonesia dengan prospek stabil. Sebaliknya, Moody's dan Fitch sebelumnya telah merevisi prospek peringkat Indonesia menjadi negatif sehingga kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal dan stabilitas makroekonomi masih membayangi.
Baca Juga: Soal Pengganti Perry Warjiyo, DPR Tunggu Usulan Prabowo
Direktur Sovereigns Fitch Ratings George Xu mengatakan lembaganya terus memantau perkembangan tersebut karena masih terdapat risiko tekanan eksternal akibat rapuhnya sentimen investor di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan persepsi terhadap independensi bank sentral.
Sementara itu, Kepala Riset Asia ANZ Khoon Goh menilai pasar sebelumnya mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah berbagai sentimen negatif sejak awal tahun, namun perkembangan terbaru kembali meningkatkan ketidakpastian bagi investor.
Kepala Strategi Makro Asia dan Investasi BNY Investments Aninda Mitra mengatakan pelaku pasar akan mencermati siapa yang akan dicalonkan Presiden Prabowo sebagai Gubernur BI berikutnya untuk menilai apakah bank sentral tetap mempertahankan independensinya atau lebih berorientasi mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8% pada 2029.
Selama ketidakpastian kebijakan moneter masih berlangsung dan belum diimbangi kejutan positif dari sisi fiskal, premi risiko terhadap aset berdenominasi rupiah diperkirakan tetap tinggi sehingga kepemimpinan transisi akan menghadapi dilema antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Soal Pengganti Perry Warjiyo, DPR Tunggu Usulan Prabowo
Direktur Sovereigns Fitch Ratings George Xu mengatakan lembaganya terus memantau perkembangan tersebut karena masih terdapat risiko tekanan eksternal akibat rapuhnya sentimen investor di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter dan persepsi terhadap independensi bank sentral.
Sementara itu, Kepala Riset Asia ANZ Khoon Goh menilai pasar sebelumnya mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah berbagai sentimen negatif sejak awal tahun, namun perkembangan terbaru kembali meningkatkan ketidakpastian bagi investor.
Kepala Strategi Makro Asia dan Investasi BNY Investments Aninda Mitra mengatakan pelaku pasar akan mencermati siapa yang akan dicalonkan Presiden Prabowo sebagai Gubernur BI berikutnya untuk menilai apakah bank sentral tetap mempertahankan independensinya atau lebih berorientasi mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8% pada 2029.
Selama ketidakpastian kebijakan moneter masih berlangsung dan belum diimbangi kejutan positif dari sisi fiskal, premi risiko terhadap aset berdenominasi rupiah diperkirakan tetap tinggi sehingga kepemimpinan transisi akan menghadapi dilema antara menjaga pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
(nng)
Lihat Juga :