Industri Keuangan Masa Depan Tergantung Data dan Layanan Virtual
Sabtu, 26 September 2020 - 18:46 WIB
“Fintech is not business as usual. Inovasi terus muncul dengan cepat, namun tidak semua inovasi bagus untuk masyarakat. Maka dari itu, kami perlu meregulasi dengan membawa sistem terbaru untuk mengikuti inovasi-inovasi yang ada,” ucapnya.
Pentingnya digitalisasi diakui Country Chair MDRT Indonesia Miliana Marten yang optimistis dengan pertumbuhan agen asuransi justru di masa pandemi Covid-19. Ini sejalan dengan keputusan OJK mengesahkan penjualan dan proses persetujuan secara digital, tanpa harus tanda tangan basah.
"Meski pandemi agen tidak menghadapi kesulitan mengakuisisi nasabah baru, karena tetap bisa menjual secara digital di masa pandemi. Kami targetkan anggota MDRT di Indonesia mampu mencapai 3.500 agen di 2021 nanti," ujar Miliana dalam rangkaian MDRT Day Indonesia 2020.
Dia menjelaskan, digitalisasi sangat membantu penetrasi agen dalam menjual produk asuransi. Maka beruntung ketika pandemi Covid-19 terjadi di era digitalisasi.
Menurut Meliana, semua agen yang tidak familiar dengan produk layanan digital, dipaksa untuk belajar dan memanfaatkan teknologi dalam menjual produk asuransi. (Baca juga: Klaim Asuransi Jiwa Covid-19 Tetap Dibayarkan, Terbanyak di DKI Jakarta )
Apalagi dengan munculnya fintech dan digitalisasi di sektor asuransi jiwa justru mendukung perkembangan asuransi jiwa karena memudahkan dalam bertransaksi, edukasi dan sosialiasi.
Pentingnya digitalisasi diakui Country Chair MDRT Indonesia Miliana Marten yang optimistis dengan pertumbuhan agen asuransi justru di masa pandemi Covid-19. Ini sejalan dengan keputusan OJK mengesahkan penjualan dan proses persetujuan secara digital, tanpa harus tanda tangan basah.
"Meski pandemi agen tidak menghadapi kesulitan mengakuisisi nasabah baru, karena tetap bisa menjual secara digital di masa pandemi. Kami targetkan anggota MDRT di Indonesia mampu mencapai 3.500 agen di 2021 nanti," ujar Miliana dalam rangkaian MDRT Day Indonesia 2020.
Dia menjelaskan, digitalisasi sangat membantu penetrasi agen dalam menjual produk asuransi. Maka beruntung ketika pandemi Covid-19 terjadi di era digitalisasi.
Menurut Meliana, semua agen yang tidak familiar dengan produk layanan digital, dipaksa untuk belajar dan memanfaatkan teknologi dalam menjual produk asuransi. (Baca juga: Klaim Asuransi Jiwa Covid-19 Tetap Dibayarkan, Terbanyak di DKI Jakarta )
Apalagi dengan munculnya fintech dan digitalisasi di sektor asuransi jiwa justru mendukung perkembangan asuransi jiwa karena memudahkan dalam bertransaksi, edukasi dan sosialiasi.
Lihat Juga :