Pengembangan Energi Surya di Indonesia Gantungkan Harapan ke RUU EBT
Kamis, 01 Oktober 2020 - 17:09 WIB
"Harga energi terbarukan dianggap masih belum menarik. Memang di lokasi tertentu di luar Jawa masih bersaing tapi jumlah kapasitas yang bisa diserap di luar Jawa lebih kecil daripada di Pulau Jawa sehingga pengembangan EBT khususnya energi surya terasa lambat," jelasnya.
(Baca Juga: Tarik Investor, Tarif Listrik EBT Akan Dibuat Lebih Menarik )
Dia melanjutkan, pengembangan energi surya masih memerlukan insentif untuk mendorong masyarakat menggunakan energi surya sehingga perkembangannya signifikan. Andhika menambahkan, aturan penggunaan TKDN juga belum mencerminkan kesiapan rantai pasok industri dan daya saing industri serta teknologi dalam negeri.
"Untuk itu butuh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. Kami sangat berharap RUU EBT ini bisa mempercepat implementasi energi surya di Indonesia," tandasnya.
(Baca Juga: Tarik Investor, Tarif Listrik EBT Akan Dibuat Lebih Menarik )
Dia melanjutkan, pengembangan energi surya masih memerlukan insentif untuk mendorong masyarakat menggunakan energi surya sehingga perkembangannya signifikan. Andhika menambahkan, aturan penggunaan TKDN juga belum mencerminkan kesiapan rantai pasok industri dan daya saing industri serta teknologi dalam negeri.
"Untuk itu butuh dukungan dari berbagai pemangku kepentingan termasuk kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah. Kami sangat berharap RUU EBT ini bisa mempercepat implementasi energi surya di Indonesia," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :