Ditiup Angin Segar dari Paman Sam, Mata Uang Garuda Akan Mengepak
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 09:00 WIB
"Dolar AS terlihat melemah dengan sentimen positif ini. Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, Jumat (9/10/2020).
Meski ditiup sentimen positif, rupiah juga akan diuji oleh beberapa sentimen negatif yang berembus dari domestik. Salah satunya adalah demo penolakan terhadap pengesahan UU Ciptaker yang menimbulkan kisruh sehingga bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah. ( Baca juga:Kaligrafi Mao Zedong Senilai RP4,3 Triliun yang Dicuri Ditemukan Terpotong Dua )
Jika demo-demo itu tak terlalu dikhawatirkan oleh pelaku pasar, maka rupiah akan tetap berjaya. Pasalnya, sentimen yang datang dari luar negeri lebih kuat berpengaruh.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS dengan isu eksternal ini. Potensi hari ini di kisaran 14.650-14.800," tukasnya.
Meski ditiup sentimen positif, rupiah juga akan diuji oleh beberapa sentimen negatif yang berembus dari domestik. Salah satunya adalah demo penolakan terhadap pengesahan UU Ciptaker yang menimbulkan kisruh sehingga bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah. ( Baca juga:Kaligrafi Mao Zedong Senilai RP4,3 Triliun yang Dicuri Ditemukan Terpotong Dua )
Jika demo-demo itu tak terlalu dikhawatirkan oleh pelaku pasar, maka rupiah akan tetap berjaya. Pasalnya, sentimen yang datang dari luar negeri lebih kuat berpengaruh.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS dengan isu eksternal ini. Potensi hari ini di kisaran 14.650-14.800," tukasnya.
(uka)
Lihat Juga :