Memanfaatkan Peluang Resesi, Apa Bisa?

Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:12 WIB
Bahkan, lanjut dia, stimulus dari pemerintah jauh lebih baik bila terlalu besar daripada terlalu kecil. Karena ada tantangan akibat supply dan demand shock, sehingga diharapkan setan inflasi tidak muncul. "Kalau terlalu kecil takutnya akan menyebabkan debt-deflation spiral yaitu kondisi di mana utang naik, permintaan turun, pertumbuhan amblas, dan bank-bank bangkrut. Untungnya tanda-tanda itu tidak ada di negara kita sekarang," jelasnya. (Baca juga: Banjir Tewaskan 17 Orang di Vietnam)

Dia menilai kebijakan dari pemerintah sudah benar. Termasuk Omnibus Law Ciptaker, yang belum dipahami oleh sebagian masyarakat yang mungkin awam dalam masalah ekonomi. Menurutnya, resesi kali ini jangan disamakan dengan resesi yang disebabkan oleh kinerja BUKU yang jelek di sektor perbankan.

"Ini disebabkan shock yang tiba-tiba terjadi karena Covid-19. Tahun depan rasanya pertumbuhan ekonomi kita sudah kembali normal di sekitar 5%. Apalagi kalau Omnibus Law Ciptaker berhasil menarik investasi langsung dari mancanegara. Ekonomi bisa tumbuh di atas 6%. Jadi, seharusnya semua masyarakat membela produk hukum itu dan bukan malah menentangnya," tegasnya.

Menurut pengamat ekonomi dari CORE Indonesia Piter Abdullah, resesi di tengah pandemi kini adalah kenormalan baru atau terelakkan, sedangkan yang bisa dilakukan adalah berusaha bertahan hidup agar bisa bangkit setelah pandemi berakhir. "Tentunya akan sangat baik bila kita tidak hanya bertahan, tetapi bisa lebih aktif memanfaatkan momentum saat ini memperbaiki semua kelemahan kita selama ini," ujar Piter. (Lihat videonya: Kelompok Geng Motor di Medan Terjaring Razia Polisi)

Piter mengungkapkan, pemerintah sebaiknya fokus dalam pembenahan reformasi struktural, seperti membenahi kebijakan menyangkut sistem prosedural. Tujuannya agar semua hambatan bisa diatasi. Bahkan, ini akan menjamin ketika pandemi berlalu nanti maka Indonesia benar-benar bisa bangkit dengan cepat. "Saya melihat dan mengartikan memanfaatkan peluang di tengah pandemi seperti itu," pungkasnya. (Kunthi Fahmar Sandy/Rina Anggraeni/Hafid Fuad)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!