Strategi Jitu Ritel

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 06:01 WIB
Program diskon biasanya terjadi karena inisiatif dari perusahaan ritel modern atau produsen. Jika hal ini dari produsen, itu lebih dikarenakan ingin memperkenalkan sebuah produk baru, bisa juga karena melihat tren penjualan yang stagnan. Sementara jika berasal dari perusahaan ritel, biasanya hal tersebut karena melihat animo masyarakat terhadap sebuah produk atau mendompleng momentum tertentu.

Ester menilai para pelaku ritel harus terus bergerak melakukan promosi demi menggairahkan kembali penjualan ritel yang lesu. Menurutnya keyakinan masyarakat menjadi kunci bagi kebangkitan sektor ritel.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budiharjo Iduansjah menilai, yang lebih antusias menikmati program diskon itu kelas menengah. "Tidak semua konsumen sensitif dengan harga. Untuk kelas atas mereka tidak khawatir jika membeli produk mahal karena yang dicari adalah nilai prestisenya," lanjutnya.

Namun konsumen yang tidak sensitif dengan harga jumlahnya sedikit. Faktor inilah yang membuat banyak perusahaan ritel rutin menggelar diskon. Belum lagi pesta diskon yang diadakan pada saat liburan panjang bisa juga mendongkrak penjualan sebanyak 20%. Saat ini peritel yang menjual kebutuhan pokok dan rumah tanggalah yang mengalami pemulihan paling cepat. (Lihat videonya: Ibu Pesepeda Jadi Korban Begal di Sekitaran Monas)

‎Efisiensi biaya adalah kunci bagi para pengusaha ritel untuk bertahan menghadapi pandemi. Tidak mengurangi karyawan sudah merupakan sinyal yang bagus. "Ketahanan mereka tentu jauh banget karena konsumsi masyarakat itu drop. Makanya tidak heran, yang penting tidak rugi, menggelar diskon tidak apa-apa," kata Budiharjo. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!