Lockdown Eropa dan Pemilu AS Bikin Gelisah, Harga Minyak Dunia Ambruk 4%

Senin, 02 November 2020 - 09:35 WIB
"Kebijakan Lockdown yang diumumkan oleh Inggris dan juga Italia hanya menambah situasi Eropa yang memburuk. Banyak pedagang sekarang melihat AS dan tingkat infeksi mereka yang meningkat dan bertanya-tanya apakah Eropa menyediakan strategi untuk apa yang akan terjadi di AS dalam beberapa minggu mendatang," ungkap kepala ahli strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy di Sydney.

Kekhawatiran tentang melemahnya permintaan dan kenaikan pasokan menyebabkan harga minyak turun untuk bulan kedua secara beruntun. Dimana pada bulan Oktober, dengan WTI turun 11% dan Brent 8,5%.

(Baca Juga: Pandemi yang Memburuk Ancam Permintaan, Harga Minyak Dunia Anjlok Beruntun )

Meningkatnya pasokan dari Libya dan Irak, sebagai anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) mengimbangi pemotongan produksi oleh anggota lain dan menyebabkan output kelompok itu naik selama bulan keempat pada bulan Oktober. Hal ini terlihat dalam sebuah survei Reuters.

OPEC dan sekutu mereka termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, tercatat sudah memangkas output sekitar 7,7 juta barel per hari dalam kesepakatan bersama yang bertujuan untuk mendukung harga minyak dunia. OPEC+ dijadwalkan kembali mengadakan pertemuan kebijakan pada 30 November dan 1 Desember 2020, mendatang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!