Naik Tipis, Kondisi Manufaktur Indonesia Memburuk di Triwulan IV/2020

Senin, 02 November 2020 - 10:16 WIB
"Dampak pelonggaran PSBB pada pertengahan bulan Oktober hanya akan terlihat pada bulan November, namun ketidakpastian berlangsungnya pandemi ini dan juga ketiadaan vaksin yang efektif, dapat menahan permintaan dan aktivitas ekonomi tetap lesu pada bulan-bulan ke depan," jelasnya.

(Baca Juga: Mantap! Kinerja Manufaktur di Kuartal III Naik 44,91 Persen)

Menghadapi penurunan permintaan, perusahaan terus mengurangi jumlah karyawan mereka dengan banyaknya laporan redundansi. Akibatnya, aktivitas pembelian dan tingkat inventaris juga dikurangi. Data harga menunjukkan tekanan margin yang lebih besar karena harga input terus meningkat sedangkan beban output turun pertama kali dalam tujuh bulan.

Volume produksi mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut pada bulan Oktober, meskipun tingkat penurunan mulai berkurang mencapai laju lebih lambat. Sama halnya dengan output, arus masuk pesanan baru menurun pada laju lebih lambat.

Sementara itu, permintaan eksternal terus melemah pada laju substansial. Para responden menekankan bahwa dampak dari pandemi terus memperburuk kondisi permintaan secara keseluruhan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!