Industri Sawit Redup, Ini Sebabnya
Rabu, 04 November 2020 - 23:24 WIB
Isu negatif yang menyerang dari berbagai lini mulai dari kesehatan hingga pengrusakan lingkungan jadi penyebab redupnya industri sawit. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Komoditas kelapa sawit sempat menjadi industri yang seksi dalam kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun hal itu dirusak oleh isu negatif yang menyerang dari berbagai lini mulai dari kesehatan hingga pengrusakan lingkungan.
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Eddy Abdurrachman mengatakan Indonesia merupakan industri kelapa sawit terbesar di dunia. Penyebab redupnya kejayaan Indonesia itu beragam, ada yang karena produktivitas yang menurun, hantaman isu negatif, inovasi dan riset yang minim, kalah bersaing dengan produk substitusi, dan tidak adanya diversifikasi produk.
"Saya ingin memberikan sebuah realitas sejarah komoditas yang tentunya bisa menjadi bahan pemikiran bersama. Dalam perjalanan bangsa kita, Indonesia pernah menjadi produsen nomor satu berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan dunia. Kita pernah produsen nomor satu rempah-rempah, gula, cengkeh, dan karet. Namun saat ini, kejayaan atas komoditas- komoditas tersebut telah meredup," kata Eddy, dalam Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual oleh BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan, belum lama ini.
Baca Juga: Wah, Ternyata Minyak Sawit Kaya Akan Vitamin
Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Eddy Abdurrachman mengatakan Indonesia merupakan industri kelapa sawit terbesar di dunia. Penyebab redupnya kejayaan Indonesia itu beragam, ada yang karena produktivitas yang menurun, hantaman isu negatif, inovasi dan riset yang minim, kalah bersaing dengan produk substitusi, dan tidak adanya diversifikasi produk.
"Saya ingin memberikan sebuah realitas sejarah komoditas yang tentunya bisa menjadi bahan pemikiran bersama. Dalam perjalanan bangsa kita, Indonesia pernah menjadi produsen nomor satu berbagai komoditas yang menjadi kebutuhan dunia. Kita pernah produsen nomor satu rempah-rempah, gula, cengkeh, dan karet. Namun saat ini, kejayaan atas komoditas- komoditas tersebut telah meredup," kata Eddy, dalam Fellowship Journalist Batch II yang dilaksanakan secara virtual oleh BPDP-KS di bawah Kementerian Keuangan, belum lama ini.
Baca Juga: Wah, Ternyata Minyak Sawit Kaya Akan Vitamin
Lihat Juga :