Industri Sawit Redup, Ini Sebabnya
Rabu, 04 November 2020 - 23:24 WIB
Banyak isu - isu negatif yang ingin menjatuhkan produk penghasil devisa bagi Indonesia ini, agar produktivitasnya menurun. Nah salah satu isu negatif yang paling menggaung di dunia adalah masalah lingkungan. Sawit dituduh sebagai dalang dari penyebab kebakaran dan juga pengrusak lingkungan. Pengurus Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAKPKI), Bandung Sahar mengatakan jika sawit jadi dalang kebakaran di Indonesia, namun nyatanya tidak masuk dalam 10 dalam kebakaran hutan di dunia.
Kebakaran hutan terbesar terjadi di Amerika Serikat, Rusia, Australia, China, kongo, India, Angola, Brazil, Zambia dan Mozambique. "Tahun 2019 diantara semua negara yang hutannya kebakaran, Indonesia tidak masuk 10 besar. tapi dunia suka ngomongin kebakaran hutan di sini," terangnya.
Baca Juga: Bos Garuda: Tak Hanya Penumpang, Pilot hingga Pramugari Ikut Rebutan Naik Pesawat Bermasker
Selain itu, isu yang berkembang lainya adalah deforestasi atau kegiatan penebangan hutan atau tegakan pohon. Padahal perkebunan kelapa sawit hanya berkisar 11 persen dari luas seluruh perkebunan yang ada di Indonesia. Artinya penggunaan lahan untuk sawit itu masih sangat sedikit. "Sawit juga dipermasalahkan karena membangun di lahan gambut. Padahal dengan palm oil hasilnya hijau semua." tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa isu - isu negatif tentang sawit dimulai karena adanya persaingan dalam minyak nabati. Saingan utama dari minyak sawit adalah soya dan bunga matahari. Saat ini, Indonesia menempati urutan pertama dalam penyuplai minyak nabati dunia. Sehingga isu negatif tersebut sengaja dimunculkan oleh negara-negara Eropa, karena sawit dinilai sebagai ancaman utama."Isu lingkungan itu muncul begitu masif dan menyerang industri sawit Indonesia," tandasnya.
Kebakaran hutan terbesar terjadi di Amerika Serikat, Rusia, Australia, China, kongo, India, Angola, Brazil, Zambia dan Mozambique. "Tahun 2019 diantara semua negara yang hutannya kebakaran, Indonesia tidak masuk 10 besar. tapi dunia suka ngomongin kebakaran hutan di sini," terangnya.
Baca Juga: Bos Garuda: Tak Hanya Penumpang, Pilot hingga Pramugari Ikut Rebutan Naik Pesawat Bermasker
Selain itu, isu yang berkembang lainya adalah deforestasi atau kegiatan penebangan hutan atau tegakan pohon. Padahal perkebunan kelapa sawit hanya berkisar 11 persen dari luas seluruh perkebunan yang ada di Indonesia. Artinya penggunaan lahan untuk sawit itu masih sangat sedikit. "Sawit juga dipermasalahkan karena membangun di lahan gambut. Padahal dengan palm oil hasilnya hijau semua." tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa isu - isu negatif tentang sawit dimulai karena adanya persaingan dalam minyak nabati. Saingan utama dari minyak sawit adalah soya dan bunga matahari. Saat ini, Indonesia menempati urutan pertama dalam penyuplai minyak nabati dunia. Sehingga isu negatif tersebut sengaja dimunculkan oleh negara-negara Eropa, karena sawit dinilai sebagai ancaman utama."Isu lingkungan itu muncul begitu masif dan menyerang industri sawit Indonesia," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :