Terbaek! Surplus Neraca Perdagangan Paling Tinggi Sejak 2012
Senin, 09 November 2020 - 16:16 WIB
"Peningkatan nilai ekspor baja karena meningkatnya permintaan dari China dan Malaysia karena mulai pulihnya industri di negara tersebut. Sementara peningkatan ekspor diakibatkan karena naiknya harga CPO di pasar internasinal dari China dan India," katanya.
Saat ini, kata dia, ada lima komoditas yang banyak diincar oleh pasar ekspor yakni besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati, kendaraan beserta suku cadangnya, mesin dan perlengakapn elektrik, lalu plastik dan barang plastik.
(Baca Juga: 2 Komoditas Ini Bikin Perdagangan RI Surplus Tertinggi dalam 5 tahun)
Kelima produk tersebut punya pangsa ekspor ke 34,02% dari total ekspor non-migas Indonesia pada September 2020. "Dan mencatat peningkatan kumulatif sebesar USD0,7 miliar," tandasnya.
Saat ini, kata dia, ada lima komoditas yang banyak diincar oleh pasar ekspor yakni besi dan baja, lemak dan minyak hewan nabati, kendaraan beserta suku cadangnya, mesin dan perlengakapn elektrik, lalu plastik dan barang plastik.
(Baca Juga: 2 Komoditas Ini Bikin Perdagangan RI Surplus Tertinggi dalam 5 tahun)
Kelima produk tersebut punya pangsa ekspor ke 34,02% dari total ekspor non-migas Indonesia pada September 2020. "Dan mencatat peningkatan kumulatif sebesar USD0,7 miliar," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :