Isu Eksploitasi Pekerja Wanita Serang Industri Sawit, Pengusaha: Ada Agenda Tersembunyi
Jum'at, 20 November 2020 - 15:37 WIB
Setelah isu kebakaran lahan, sejumlah LSM asing dengan dukungan sejumlah media barat mendiskreditkan industri sawit dengan eksploitasi pekerja wanita, Pengusaha sawit angka bicara soal agenda tersembunyi. Foto/Dok
JAKARTA - Kampanye hitam terhadap industri sawit Indonesia semakin marak. Setelah isu kebakaran lahan, sejumlah LSM asing dengan dukungan sejumlah media barat mendiskreditkan industri sawit dengan eksploitasi pekerja wanita. Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) , ini adalah bentuk tuduhan yang tidak didasari fakta-fakta objektif di lapangan.
"Perusahaan sawit di Indonesia, khususnya yang menjadi anggota GAPKI, tidak mungkin melakukan praktik ketenagakerjaan yang melanggar undang-undang dan prinsip serta kriteria di dalam ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil)," ujar Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI Sumarjono Saragih dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
(Baca Juga: Ketum Gapki: Jangan Viralkan Konten Kebencian Terhadap Kelapa Sawit )
Sumarjono memastikan, industri sawit Indonesia sudah mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif dan layak bagi para pekerjanya. Bahkan, kata dia, GAPKI sudah bekerjasama dengan dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan sejumlah LSM internasional untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang layak (decent work) di sektor perkebunan kelapa sawit.
"Perusahaan sawit di Indonesia, khususnya yang menjadi anggota GAPKI, tidak mungkin melakukan praktik ketenagakerjaan yang melanggar undang-undang dan prinsip serta kriteria di dalam ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil)," ujar Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI Sumarjono Saragih dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
(Baca Juga: Ketum Gapki: Jangan Viralkan Konten Kebencian Terhadap Kelapa Sawit )
Sumarjono memastikan, industri sawit Indonesia sudah mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif dan layak bagi para pekerjanya. Bahkan, kata dia, GAPKI sudah bekerjasama dengan dengan Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan sejumlah LSM internasional untuk membangun sistem ketenagakerjaan yang layak (decent work) di sektor perkebunan kelapa sawit.
Lihat Juga :