Isu Eksploitasi Pekerja Wanita Serang Industri Sawit, Pengusaha: Ada Agenda Tersembunyi

Jum'at, 20 November 2020 - 15:37 WIB
"Berita yang diviralkan itu awalnya dari kantor berita Amerika Serikat yaitu Associated Press (AP), yang sangat bias, tendensius, dan tidak memenuhi asas both side coverage," terang Sumarjono.

Dia meyakini, viralnya berita mengenai eksploitasi pekerja wanita merupakan bagian dari agenda perang dagang dalam pasar minyak nabati dunia. Menurutnya, ketika berbagai komoditas minyak nabati non sawit tidak bisa lagi bersaing dengan minyak sawit, negara-negara maju melakukan kampanye negatif untuk merusak reputasi.

"Harapan mereka bisa memutus rantai pasok dari sisi buyer minyak sawit dan juga end customers dengan memviralkan isu-isu negatif," tambahnya.

Di tengah pandemi Covid-19, sektor minyak sawit memberikan sumbangsih devisa ekspor senilai USD15 miliar hingga September 2020. Sumbangsih sawit ini memastikan neraca dagang Indonesia pada periode tersebut surplus.

"Data Kementerian Pertanian juga menyebut ada 4,4 juta tenaga kerja langsung yang bekerja di sektor sawit dan sekitar 12 juta tenaga kerja tidak langsung beserta 2,7 juta petani," imbuh Sumarjono.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!