Tahun Depan Pasar Minyak Sawit Masih Belum Encer

Jum'at, 20 November 2020 - 18:51 WIB
Joko melanjutkan, untuk di dalam negeri, pemerintah terlihat konsisten dengan kebijakan program biodiesel. Menurut dia, kebijakan itu menjadi andalan bagi Indonesia untuk mengendalikan pasokan dan permintaan di tahun depan.

Dia juga menyoroti implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja di tahun depan yang diharapkan bisa memberikan dukungan kepada industri sawit. "Mestinya industri ini bisa mendapatkan dukungan yang lebih baik melalui implementasi UU Cipta Kerja. Saya pikir ini sangat challenging dan perlu koordinasi sinergi dengan semua pihak," tuturnya. ( Baca juga:Bongkar Baliho dan Spanduk Habib Rizieq di Jakarta Barat, Polisi Kerahkan 300 Personel )

Adapun strategi yang akan dilakukan oleh pelaku usaha industri sawit tahun depan adalah menjaga operasional berjalan normal.

Sebagai catatan, pada September 2020, kinerja ekspor minyak sawit sebesar 2,76 juta ton atau naik sekitar 3% dari Agustus yang sebesar 2,68 juta ton. Sejak Januari hingga September 2020, ekspor produk minyak sawit Indonesia sudah mencapai 24,08 juta ton.

Sementara nilai ekspor produk sawit pada September mencapai USD1,87 miliar naik 10% dibandingkan dengan nilai ekspor Agustus sebesar USD1,69 miliar. Secara YoY, nilai ekspor produk sawit sepanjang Januari-September 2020 mencapai USD15,49 miliar, lebih besar dari tahun 2019 sebesar USD14,45 miliar.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!